PKP Berdikari Desak Polisi Usut Tuntas Politik Intimidasi Tak Bermoral di CFD

PKP Berdikari Desak Polisi Usut Tuntas Politik Intimidasi Tak Bermoral di CFD

Direktur Pusat Kajian Pengembangan Berdikari, Nazaruddin Ibrahim (kiri) 

Direktur Pusat Kajian Pengembangan Berdikari, Nazaruddin Ibrahim, meminta aparat kepolisian mengusut tuntas tindakan intimidasi lantaran berbeda pilihan politik saat acara Car Free Day di Bundaran HI Jakarta pada Minggu, 29 April 2018. 

“Polisi harus mengusut tuntas pelakunya agar tidak terjadi kesimpangsiuran informasi dan saling menyalahkan. Apalagi, mulai ada pihak-pihak yang mencoba memutarbalikkan fakta dengan membuat alibi seolah-olah itu penyusupan. Polisi kita harapkan bisa menyeret pelakunya agar hal serupa tidak terulang lagi menjelang tahun politik,” kata Nazarudin Ibrahim dalam keterangan tertulis, Kamis, 3 Mei 2018. 

Nazarudin mengatakan, selain dari sisi hukum, dari sudut moral sosial pun, tindakan intimidasi tersebut tidak dapat dibenarkan. 

“Tindakan mengintimidasi mereka yang berlawanan pilihan politiknya juga sangat tidak bermoral secara sosial. Mau jadi apa bangsa ini kalau tindakan brutal seperti itu tidak ditindak,” tambah Nazarudin.

Kasus ini terjadi pada Minggu (29/4) ketika kelompok pengguna kaos #2019GantiPresiden dan #DiaSibukKerja turun ke jalan di kawasan bebas kendaraan bermotor atau Car Free Day di Bundaran HI. 

Dalam rekaman video yang beredar luas, sekelompok massa pemakai kaos #2019gantipresiden melakukan intimidasi secara verbal terhadap massa #DiaSibukKerja yang terpisah dari rombongan utamanya. 

Di antara sejumlah orang diintimidasi termasuk seorang ibu dan anaknya yang terlihat ketakutan. Salah satu orang dari kelompok #2019GantiPresiden sempat meminta agar ibu itu melepas baju bertulisan #DiaSibukKerja jika tak mau diintimidasi. 

Ibu yang belakangan diketahui bernama Susi Ferawati itu telah melaporkan kejadian yang alaminya ke Mapolda Metro Jaya. Laporan Fera tertuang dalam LP/2374/IV/2018/PMJ/Dit.Reskrimum tertanggal 30 April 2018. 

Menurut Susi Ferawati, ia terpisah dari rombongan karena sempat mengantar anaknya untuk buang air kecil di Hotel Pullman. 

Setelah itu, ia dan anak-anaknya sempat berfoto bersama di sekitaran Bundaran HI. Lantaran tertinggal dari rombongan, kata Fera, tak disangka ia dikerumuni massa #2019GantiPresiden dan diintimidasi secara verbal. 

Terkait ada yang menyalahkan Susi karena membawa anaknya, Nazarudin mengatakan Car Free Day adalah area publik, dipergunakan untuk kepentingan menyalurkan aspirasi dan gairah warga tanpa batasan umur, status sosial, agama dan jenis kelamin.[]

Share this Post:
Penulis Yuswardi Ali