Tanggapi Ombudsman Soal TKA, Begini Saran Moeldoko

Tanggapi Ombudsman Soal TKA, Begini Saran Moeldoko

Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko mengatakan perlu dibentuk tim untuk memaksimalkan pengawasan terhadap tenaga kerja asing (TKA). Ini terkait pernyataan Ombudsman Republik Indonesia (ORI) yang menemukan adanya TKA tanpa ketrampilan masuk ke Indonesia.

“Ini perlu ada tim bersama agar isu yang beredar saat ini bisa tertangani, ayo kita pikirkan bersama bagaimana menyelesaikannya dengan baik,” kata Moeldoko dalam ngopi bersama wartawan di kompleks Istana Kepresidenan, Jumat,  27 April 2018.

Moeldoko mengatakan, jika benar ada tenaga kerja asing tanpa ketrampilan khusus bekerja di Indonesia, hal itu melanggar aturan. Sebab, Kepres Nomor 20/2018 melarang  pekerja asing tanpa keterampilan di Indonesia.

Moeldoko menambahkan, perlu ada ketegasan instansi terkait untuk menegakkan Kepres Nomor 20/2018. “Karena kita juga tidak ditoleransi saat berada di luar negeri,” kata mantan Panglima TNI itu.


Sebelumnya, Komisioner Ombudsman RI Laode Ida mengatakan, pihaknya menemukan hampir setiap hari ada TKA tanpa ketrampilan asal Tiongkok yang masuk ke Indonesia. Laode menyebutkan, TKA yang masuk di  Indonesia umumnya bekerja di proyek-proyek yang investasinya memang berasal dari negara mereka.

"Mereka bekerja di proyek yang berasal dari negaranya," kata Laode.

Temuan itu, kata Laode, telah disampaikan kepada sejumlah instansi terkait Ditjen Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM, Kementerian Tenaga Kerja, Kepolisan, hingga Badan Kerjasama dan Penanaman Modal (BKPM).

Sebelumnya, dalam kunjungan ke Morowali, Sulawesi Tengah, Moeldoko juga mengaku menemukan adanya TKA yang bekerja di proyek investasi Tiongkok. Namun, kata Moeldoko, tenaga kerja lokal lebih banyak mendapat porsi lebih banyak dari tenaga kerja asing.

"Ternyata saya dapati dari 13 ribu tenaga kerja disana, memang 2000 berasal dari Tiongkok, tapi sisanya anak negeri Indonesia," kata Moeldoko lewat akun Twitter miliknya. []

Baca juga:
PKP Berdikari: Jangan Politisir Perpres Tenaga Kerja Asing

Share this Post:
Penulis Yuswardi Ali